Welcome in my blog....

kita bisa berbagi ilmu dan pengalaman di blogger ini..semoga menambah wawasan , pertemanan dan ladang amal buat kita semua...

Minggu, 04 Agustus 2013

Masa Lalu adalah sejarah..



Kita semua pasti punya masa lalu,yg buruk dan yg baik. 
Itu semua boleh saja dikenang tapi tidak perlu diingat2. 

Karena bila kita ingat2  hanya buat kita stuck di tempat..
sehingga kita tidak maju-maju dalam menghadapi hidup..

Masa lalu yg buruk jadikan pembelajaran untuk memacu kita menjadi lebih baik tanpa penyesalan yang berlarut. 
Karena semua yg terjadi sudah Kehendak-Nya. 

Bagiku..hanya manusia bodoh saja yang mau berkutat pada masa lalunya, itu berarti ia belum siap untuk menjalani masa kini.


Waktu memang tak bisa kembali, tak akan pernah.  Kita harus benar-benar berpikir kemana langkah yang akan di ambil, sekali pun itu hanya langkah kecil.


3 things you can't recover in life: THE MOMENT after it's missed, THE WORD after it's said, and THE TIME after it's wasted.


"Yesterday is a history, Tomorrow is a mistery, and today is a gift, that's why they call it......."present". (Kungfu Panda)


See you next time.. @Olin

Minggu, 17 Juni 2012

Pernahkah dan Bisakah ... ??

Suatu hal yang pasti tidak akan luput dari keseharian kita adalah yang disebut masalah atau persoalan hidup, dimanapun, kapanpun, apapun dan dengan siapapun. Dan Islam mengajarkan akhlak yang mulia untuk menghadapi semua itu.

Pernahkah anda kasihan terhadap orang yang mendapatkan musibah dan terdorong untuk segera membantunya? 
Allah SWT berfirman:
 “Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan dan janganlah kalian tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah: 2) .
Rasulullah SAW bersabda: 
“Barangsiapa yang memberikan kemudahan terhadap kesulitan saudaranya, niscaya Allah akan memberikan kemudahan baginya di dunia dan di akhirat.” (Shahih, HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Bisakah Anda tawadhu’ (merendahkan diri) di hadapan saudara Anda?
Padahal Allah SWT berfirman:
“Dan rendahkanlah dirimu di hadapan orang-orang yang mengikutimu dari orang-orang yang beriman.” (Asy-Syu’ara`: 215)

Bisakah Anda menahan marah ketika melihat kekurangan pada diri saudara Anda?
 Padahal Rasulullah SAW bersabda:
“Seseorang datang kepada Rasulullah lalu mengatakan: “Wahai Rasulullah!! Nasehatilah aku”. Rasulullah bersabda: “Janganlah kamu marah.” Orang tersebut mengulangi (pertanyaannya), Rasulullah tetap mengatakan: “Jangan kamu marah.” (Shahih, HR. Al-Bukhari)

Bisakah Anda menjadi orang pemaaf ketika saudaramu bersalah dan langsung meminta maaf?  Allah SWT berfirman:
“Jadilah engkau pemaaf dan serulah kepada kebajikan dan berpalinglah dari orang-orang jahil.” (Al-A’raf: 199)

Bisakah Anda menebar salam dan tersenyum di hadapan saudaramu?
 Rasulullah SAW bersabda:
“Hak orang muslim terhadap muslim lainya ada lima; menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, menjawab undangan dan menjawab orang yang bersin.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah z)

Bisakah Anda lemah lembut di hadapan saudaramu?
Padahal Allah SWT berfirman:
“Maka dengan rahmat Allah-lah kamu menjadi lemah lembut kepada mereka dan jika kamu berlaku kasar terhadap mereka, niscaya mereka akan menyingkir dari sisimu.” (Ali ‘Imran: 159)

Sayangkah Anda kepada saudara Anda sesama muslim?
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang tidak menyayangi manusia maka Allah tidak akan menyayanginya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Jarir bin Abdullah z)
Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan sebagian dari akhlak yang harus ada pada seseorang dan dalam hidup bermasyarakat.

Jika kita menyadari dan meyakininya, kita memiliki bekal yang sangat kukuh untuk mengarungi hidup ini, tidak pernah gentar menghadapi persoalan apapun karena sesungguhnya yang paling mengetahui struktur masalah kita yang sebenarnya berikut segala jalan keluar terbaik hanyalah Allah SWT Yang Maha Sempurna. Dia sendiri berjanji akan memberi jalan keluar dari segala masalah, sepelik dan seberat apapun karena bagi Dia tidak ada yang rumit dan pelik, semuanya serba mudah dalam genggaman kekuasaan-Nya.  Jad tetap berprasangka baiklah pada Allah SWT.




Pendek kata, jangan takut menghadapi masalah, tetapi takutlah tidak mendapat pertolongan Allah dalam menghadapinya. Tanpa pertolongan-Nya, kita akan terus berkelana dalam kesusahan, dari satu persoalan ke persoalan lain, tanpa nilai tambah bagi dunia dan akhirat kita benar-benar suatu kerugian yang nyata.


Terima dan hadapi masalah tersebut dengan “lapang dada”. Setelah itu jalani sebagai sebuah “proses pembelajaran,” kemudian hayati “hikmah” dibalik masalah itu, hingga akhirnya kita bisa menikmatinya sebagai “karunia” dari Allah SWT.

InsyaAllah, masalah yang ada akan menjadi jalan pendidikan  yang akan semakin mematangkan diri, mendewasakan, menambah ilmu, meluaskan pengalaman, melipatgandakan ganjaran, dan menjadikan hidup ini jauh lebih bermutu, mulia, dan terhormat di dunia akhirat.


Semoga, dengan izin Allah SWT, uraian ini ada manfaatnya.