Welcome in my blog....

kita bisa berbagi ilmu dan pengalaman di blogger ini..semoga menambah wawasan , pertemanan dan ladang amal buat kita semua...

Rabu, 26 Oktober 2011

Teman Lama Datang Kembali ( TLDK )



















TLDK tidak sama dengan CLBK




Gara2 jejaring sosial, lu tiba2 nongol di hidup gue

Setelah sekian tahun gue lupain lu


Lu korek kenangan kita, yang sebagian udah gue lupa

Lu bikin gue jadi senyum2 sendiri

Masa’ iya sih ? Kok bisa ?


Tapi pas kita ketemu lg, ko’ gue yg berasa asing..ya

Gue kayak baru kenal sama lu

Lu beda bangetttt


Gue ga tau … Apa gue cm G-R

Jujur gue bilang :

ketemu lu tuh ngebahagiain banget buat gue


Thanks ya….

Welcome back...




@yOLN










Selasa, 25 Oktober 2011

Ternyata kita berbeda ....




Mendatangi reuni tentu saja menyenangkan. Bertemu teman yang mungkin sejak lulus sudah tidak berjumpa lagi. Itu mungkin sudah tahunan bahkan puluhan tahun lalu. Padahal mereka teman akrab atau teman sebangku kita.


Kita pandangi mereka. Ada yang berubah. Ada yang tidak, cuma lebih tua. Dulu yang kurus sekarang gemuk. Dulu tampak dekil, sekarang klimis bergaya metroseksual. Dulu tampak pemalu sekarang begitu pede. Semua begitu beraneka.

Anda tersenyum dalam hati, mereka adalah teman berbagi suka dan duka. Mungkin pernah dihukum bareng karena terlambat dan ketahuan memanjat pagar sekolah. Atau sama-sama jatuh cinta pada seorang primadona sekolah. Melekan bareng karena harus mengerjakan tugas kelompok.

Anda tanyakan kabar sekarang. Ada yang jadi PNS, tentara, dokter, pengusaha bahkan ustadz. Kadang hal itu sudah bisa ditebak waktu sekolah. Karena memang anda tahu cita-citanya. Atau memang sikap dan perawakannya. Tapi kadang anda geleng-geleng kepala. Tak percaya. Bagaimana dia dulu pemalu dan pendiam, sekarang anggota DPR yang pintar bersilat lidah.

Diam-diam mungkin anda iri pada seorang teman. Bagaimana mungkin sekarang dia begitu kaya, karena anda tahu dia datang dengan mobil mewah dan HP berharga mahal. Bagaimana mungkin dia bisa berprofesi seperti itu. Padahal anda tahu dulu dia bodoh. Bahkan sering nyontek anda. Anda geleng-geleng kepala bagaimana nasibnya begitu berubah drastis.

Tapi seharusnya anda jangan cemburu dulu. Jangan iri dulu. Mintalah emailnya. Ketahui Facebook profilnya. Tanyakan nomor kontaknya. Bertukar kartu nama.

Nikmati saja reuninya dulu. Bercengkerama, bertukar cerita masa lalu. Tanyakan orang-orang yang pernah dekat dengannya yang anda ketahui; kakaknya yang menjengkelkan, tetangganya yang selalu ingin tahu, pacar lamanya, orang tuanya dan lainnya. Tanyakan kabar terbaru; anaknya berapa, tinggal dimana dan seterusnya.

Setelah selang sehari-dua hari reuni berlalu, kirimlah message Facebook. Atau kirim email. Kalau tak punya kirim SMS. Tapi yang lebih baik, telpon langsung dia. Tanyakan lebih detil dan pribadi, bagaimana mereka bisa seperti itu. Tentu saja anda bisa bertukar kabar dahulu dan mungkin berbasa-basi dulu.

Kerap anda akan mendapat jawaban yang tak terduga. Sesuatu yang mungkin kontradiksi saat reuni. Karena bisa saja mereka 'berkamuflase' saat reuni.

Misal: dia harus berjuang untuk meraih jabatan seperti itu. Menempuh sekolah yang berbeda, karena dia tidak diterima di pilihannya. Harus nge-kost dengan gaya hidup yang prihatin.

Atau teman lain mungkin akan cerita sebelum kaya seperti ini, mereka harus jatuh bangun dengan berbagai usaha. Untuk bisa seperti ini, ternyata tak mudah. Bahkan dia harus sempat jadi gelandangan.

Banyak cerita-cerita yang akan anda dapatkan. Begitu beragam. Kadang mulus bak jalan tol. Kadang harus berliku, naik turun seperti jalan mendaki pegunungan.

Bila ada yang positif, jadikan pelajaran. Jadikan contoh atau panutan. Seperti bila anda suka menulis, dan bertemu teman reuni yang berhasil menelurkan buku, tanyakan rahasianya. Bersyukurlah dan beruntunglah anda memiliki teman seperti mereka. Karena anda juga bisa sukses, karena ada yang mengajari minimal memberitahu bagaimana caranya.

Bila ada cerita yang gagal, jadikan hikmah. Kenapa bisa seperti itu. Jangan sampai anda mengulangi khususnya jalan hidup anak anda. Bersyukurlah dan beruntunglah anda karena sudah mengalami jalan hidup yang seperti ini. Mungkin sebelumnya anda merasa putus asa atau kecewa dengan hidup anda. Sekarang anda sadar bahwa ada yang lebih 'parah' dengan anda. Mengapa harus protes kepada Tuhan?

Sekarang, bila ada undangan reuni, datanglah dengan semangat. Jangan malu dan ragu untuk mengunjunginya. Siapkan kartu nama anda sebanyak-banyaknya. Apapun yang terjadi bisa jadi hal positif bagi kita. Setujukah anda?



*Sumber : Mochamad Yusuf

Tembang Jawaku : II. Gundul-Gundul Pacul



Tembang ini
punya makna yang dalam. Mungkin adik-adik kita tidak sampai memaknai tembang ini akan tetapi bagi kita yang sudah “dewasa”, lagu ini diharapkan menjadi sebuah reminder yang disampaikan dengan cara yang menyenangkan :).

Yuuk kita sama-sama tilik lebih jauh mengenai tembang Jawa yang berjudul Gundul-Gundul Pacul ini.







Tembang Jawa ini diciptakan tahun 1400an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yg dalam dan sangat mulia.


Gundul
Adalah kepala plonthos tanpa rambut. Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang.
Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala.
Maka gundul artinya kehormatan yang tanpa mahkota.


Pacul (cangkul)
Adalah lambang kawula rendah yang kebanyakan adalah petani.

Gundul pacul
Artinya bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Orang Jawa mengatakan pacul adalah papat kang ucul (empat yang lepas), artinya bahwa:
Kemuliaan seseorang akan sangat tergantung empat hal, yaitu bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.

1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat.
2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
4. Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil.


Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.


Gembelengan
Gembelengan artinya besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.
Banyak pemimpin yang lupa bahwa dirinya sesungguhnya mengemban amanah rakyat. Tetapi dia malah:

1. Menggunakan kekuasaannya sebagai kemuliaan dirinya.
2. Menggunakan kedudukannya untuk berbangga-bangga di antara manusia.
3. Dia menganggap kekuasaan itu karena kepandaiannya.


Nyunggi wakul, gembelengan Nyunggi wakul
Artinya membawa bakul (tempat nasi) di kepalanya.Banyak pemimpin yang lupa bahwa dia mengemban amanah penting membawa bakul dikepalanya.

Wakul
Adalah simbol kesejahteraan rakyat.
Kekayaan negara, sumberdaya, Pajak adalah isinya. Artinya bahwa kepala yang dia anggap kehormatannya berada di bawah bakul milik rakyat.

Kedudukannya di bawah bakul rakyat.
Siapa yang lebih tinggi kedudukannya, pembawa bakul atau pemilik bakul?

Tentu saja pemilik bakul.
Pembawa bakul hanyalah pembantu si pemiliknya.
Dan banyak pemimpin yang masih gembelengan (melenggak lenggokkan kepala dengan sombong dan bermain-main).

Akibatnya
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar Bakul terguling dan nasinya tumpah ke mana-mana.
Jika pemimpin gembelengan, maka sumber daya akan tumpah ke mana-mana. Dia tak terdistribusi dengan baik. Kesenjangan ada dimana-mana. Nasi yang tumpah di tanah tak akan bisa dimakan lagi karena kotor. Maka gagallah tugasnya mengemban amanah rakyat!

Semoga kita jadi pribadi yang memiliki integritas sehingga siap menjadi suri tauladan dimanapun kita bera
da.

Tembang Jawaku : I. LIR ILIR





Saya keturunan Jawa, Ibu saya lahir di Solo dan Bapak saya asli Kutoarjo. Saya menyukai tembang jawa seperti Gambang Suling, Gundul Gundul Pacul, Cublak Suweng, Lir Ilir dan masih banyak lagi. Tembang-tembang jawa itu saya selalu nyanyikan bila meninabobokan anak saya atau saat saya sedang menyulam mengisi waktu malam saya sambil menemani suami mengerjakan pekerjaan kantornya. Dan semua tembang yang saya nyanyikan itu mempunyai makna yang dalam.
Saya ingin mempopulerkan tembang jawa itu di blog saya.

Berikut saya akan uraikan makna Tembang lagu Jawa :

I. LIR ILIR

Tembang ini konon di ciptakan oleh salah satu WaliSongo yaitu Alm Sunan Kalijaga. Tapi ada juga sumber lain yang mengatakan di ciptakan oleh Alm. Sunan Kalijaga dan Sunan Ampel Tembang ini dulu digunakan sebagai sarana dakwah karena mengandung makna agama dan unsur kebudayaan jawa yang patut untuk diteladani dan mudah dicerna.


Lir-ilir, Lir-ilir, Tandure wus sumilir,

Tak ijo royo-royo,Tak sengguh temanten anyar

Cah angon – cah angon, Penekno blimbing kuwi,

Lunyu-lunyu ya penekno,Kanggo mbasuh dodotiro.

Dodotiro – dodotiro,Kumitir bedah ing pinggir,

Dondomana jlumatana,Kanggo seba mengko sore.


Mumpung padang rembulane,Mumpung jembar kalangane,

Yo suraka, surak hiyo


Adapun makna tembang L
ir Ilir ini adalah :

Lir-ilir, Lir-ilir (Bangunlah, bangunlah) Tandure wus sumilir (Tanaman sudah bersemi)

Menyerukan kepada umat untuk segera bangun dari keterpurukan setelah runtuhnya kerajaan Majapahit pada masa itu, karena islam telah datang menaungi seluruh masyarakat.

Tak ijo royo-royo (Demikian menghijau) Tak sengguh temanten anyar (Bagaikan pengantin baru)

Warna hijau disini, menggambarkan agama islam yang sering dilambangkan dengan warna hijau, menampakkan penampilan Islam yang menyenangkan. Juga menggambarkan tanaman yang tumbuh subur nan hijau, dimana iman yang di pelihara dengan baik, maka akan tumbuh dengan baik seperti tanaman yang tumbuh subur dan lebat.
Sehingga kebahagiaan seorang muslim bagaikan kebahagiaan sepasang mempelai dalam menapaki keyakinan imannya.

Cah angon, cah angon (Anak gembala, anak gembala)
Penekno Blimbing kuwi (Panjatlah (pohon) belimbing itu)

Anak gembala disini maksudnya pemimpin yang menjadi contoh bagi pengikutnya dan Buah belimbing memiliki lima sisi, yang menggambarkan rukun islam dan sholat lima waktu

Lunyu-lunyu penekno (Biar licin dan susah tetaplah kau panjat)Kanggo mbasuh dodotiro (untuk membasuh pakaianmu)

meskipun licin, meskipun susah kita harus tetap memanjat pohon belimbing tersebut dalam arti sekuat tenaga kita tetap berusaha menjalankan Rukun Islam apapun halangan dan resikonya.

Gunanya adalah untuk mencuci pakaian kita yaitu pakaian taqwa.

Dodotiro, dodotiro (Pakaianmu, pakaianmu)
Kumitir bedah ing pinggir (terkoyak-koyak dibagian samping)


Dalam hal ini dilambangkan kain dodot yang telah rusak dan robek. Karena kemajuan zaman yang menyebabkan kemerosotan moral manusia, maka rusaklah agama dan akhlaq manusia seperti robeknya kain dodot tersebut.
kumitir artinya kain yang tertiup angin dan terlihat sobek dipinggirannya. Jadi pinggiran kain dodot yang robek disini maksudnya adalah para masyarakat pinggiran yang belum terlalu memahami islam, inilah tugas besar yang diemban oleh para pemimpin.

Dondomono, Jlumatono (Jahitlah, Benahilah!!)Kanggo sebo mengko sore (untuk menghadap nanti sore)

Pakaian taqwa kita sebagai manusia biasa pasti terkoyak dan berlubang di sana sini, untuk itu kita diminta untuk selalu memperbaiki dan membenahinya agar kelak kita sudah siap ketika dipanggil menghadap kehadirat Allah SWT.

Mumpung padhang rembulane (Mumpung bulan bersinar terang)
Mumpung jembar kalangane (mumpung banyak waktu luang)

Para wali mengingatkan agar para penganut Islam melaksanakan hal tersebut ketika pintu hidayah masih terbuka lebar, ketika kesempatan itu masih ada di depan mata, sebelum waktu di dunia kita habis

Yo surako surak hiyo!!! (Bersoraklah dengan sorakan Iya!!!)

Sambutlah seruan ini dengan sorak sorai “mari kita terapkan syariat Islam” sebagai tanda kebahagiaan.



Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (Al-Anfal :25)




*Dirangkum dari berbagai sumber



Senin, 17 Oktober 2011

Bu Yao Pa , Bu Hou Hui - Don't be Afraid , No Regret


Sudah lama aku tidak menulis di blog ini karena terlalu fokus di blog yang satu.

Dan kali ini aku sempatkan untuk menambah cerita di blogku yang bisa di jadikan pembelajaran bagi kita bersama.
Aku tertarik dengan kisah yang aku baca.
Kisah itu berjudul " Bu Yao Pa , Bu Hou Hui " .

Yuk kita simak :


Alkisah, di sebuah dusun yang terpencil, tinggallah seorang pemuda yang ingin pergi mengembara ke negeri orang untuk mengubah nasib. Menjelang keberangkatan, muncul di hatinya perasaan takut, cemas, dan ragu. Untuk memantapkan tekadnya, pergilah sang pemuda ini menghadap sesepuh marga atau panitua di dusun untuk meminta petunjuk, memohon restu, sekaligus berpamitan. Mendengar niat pemuda ini, sang sesepuh dengan gembira berkata:”Anakku, rahasia kehidupan ini hanya terdiri dari enam kata. Dan hari ini aku berikan setengahnya dulu sebagai bekal kepergianmu.” Lalu sang sesepuh menuliskan tiga kata, yaitu Bu Yao Pa yang artinya Jangan Takut!Don’t be Afraid!

Waktu terus berjalan. Tidak terasa 30 tahun telah berlalu. Berbagai macam suka dan duka telah dijalani sang pemuda tadi. Dengan modal kata bijak “Jangan Takut”, segala peluang dan tantangan di hadapinya dengan keyakinan dan penuh keberanian. Dengan sikap mental yang luar biasa seperti itu, akhirnya, ia berhasil mengubah nasibnya. Pemuda itu kini telah menjadi seorang yang sukses serta sangat terpandang di negeri itu.

Namun dalam segala keberhasilannya, ia merasa ada sesuatu yang kurang sempurna dan ia menyesal mengapa tidak mampu memecahkan masalah tersebut. Ia berusaha keras mencari tahu apa penyebabnya, tetapi pikirannya justru bertambah kacau dan tidak terarah. Saat dalam kegemangan itulah ia teringat dengan sang sesepuh yang telah memberinya tiga kata bijak. “Bukankah beliau masih menyimpan tiga kata bijak lagi yang dijanjikan akan diberikan kepadaku?” gumamnya.

Maka ia pun memutuskan pulang kembali ke desanya dahulu untuk memenuhi sang sesepuh meminta sisa tiga kata yang dijanjikan. Sayangny, sesampai di desa, sang sesepuh ternyata sudah meninggal dunia. Tetapi ada sepucuk surat wasiat yang ditinggalkan untuknya. Rupanya sang sesepuh sudah memperkirakan bahwa kelak suatu hari pemuda itu pasti akan kembali. Secepatnya dibukalah surat wasiat itu, dan di dalamnya berisi pesan tiga kata: Bu Hou Hui, yang artinya Jangan Pernah Menyesal! No, Regret!

Begitu selesai membaca kata-kata Jangan Pernah Menyesal, secara spontan perasaan menyesal yang membebaninya selama ini langsung hilang, perasaanya menjadi ringan, plong dan gembira.

Sungguh berbobot enam kata bijak tadi. Jangan takut, dan jangan pernah menyesal. Tidak terkecuali, Anda, saya dan kita semua juga membutuhkan enam kata bijak tadi. Jika ingin menciptakan kehidupan yang lebih baik, mau mengubah harapan menjadi nyata, pasti, kita membutuhkan tiga kata bijak pertama Bu Yao Pa, jangan takut. Kata bijak ini mengandung motivasi yang dapat melahirkan kekuatan keberanian untuk bertindak. Jangan Takut Menentukan Cita-Cita yang Tinggi! Jangan Takut Mencoba dan Memulai! Jangan Takut Mengemban Tanggung Jawab yang Lebih Besar!

Namun ada kalanya, hasil perjuangan tidak sesuai dengan harapan. Hambatan demi hambatan seolah memang diciptakan untuk menghadang kita. Perjuangan pun bisa gagal total. Ini bisa membuat kita merasa diliputi ketidakpuasan, kecewa, penyesalan. Pada titik seperti ini, tiga kata bijak berikutnya, Bu Hou Hui, jangan pernah menyesal, bisa menjadi kunci kebangkitan kita. Buang jauh-jauh pikiran negatif. Penyesalan tidak akan dapat mengubah apa pun, malah hanya membebani dan menghambat langkah kita ke depan.

Mampu menerima hasil perjuangan apa adanya adalah bijaksana, tetapi mau tetap bangkit dengan apa adanya kita hari ini adalah luar biasa!! Selama kita telah berjuang memberikan yang terbaik dari yang kita miliki, apa pun hasilnya sukses atau gagal, yang pasti semangat perjuangan itu telah memiliki nilai kesuksesan tersendiri! Jangan Takut! Jangan Pernah Menyesal!


Sumber : Hartanto Jaya